Laju Dekomposisi Awal Biomassa Seresah Pangkasan Teh Assamica (Camellia sinensis var. Assamica)
Initial Pruned Assamica Tea (Camellia sinensis var. Assamica) Biomass Litter Decomposition Rate
Abstract
Teh merupakan salah satu komoditas ekonomi penting di Indonesia yang dalam pengelolaannya dilakukan pemangkasan yang menghasilkan limbah pangkasan. Limbah pangkasan atau seresah pangkasan teh ini diketahui memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tanah dan tanaman setelah melalui dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga laju dekomposisi limbah pemangkasan teh (daun, ranting, dan cabang) serta menganalisis faktor yang mempengaruhinya agar dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di Pusat Penelitian Teh dan Kina menggunakan media buatan berupa galon berisi tanah untuk mereplikasi kondisi lapangan. Sampel limbah dimasukkan ke dalam litterbag dan diamati setiap minggu selama 28 hari untuk diukur kehilangan berat keringnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju dekomposisi tertinggi terjadi pada bagian cabang (-2,86 g/hari) dan terendah pada daun (-0,76 g/hari). Perubahan fisik pada daun lebih cepat teramati melalui penghancuran struktur menjadi serpihan kecil, sementara ranting dan cabang cenderung masih utuh karena kandungan lignin yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan laju dekomposisi dapat dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan kimia bahan organik, di mana kandungan lignin yang tinggi pada ranting dan cabang menghambat penguraian oleh mikroorganisme dibandingkan dengan daun.
Downloads
Copyright (c) 2026 Kania Aliya Putri Zahrani, Gina Nur'aini Buchory

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (SeeĆ The Effect of Open Access).


