Daya Saing Ekspor Kina Indonesia di Pasar Dunia Tahun 1995-2024
Indonesia's Cinchona Export Competitiveness in The Global Market, 1995–2024
Abstract
Kina (Cinchona sp.) merupakan komoditas perkebunan strategis dengan potensi pasar global yang besar. Pasar kina memiliki prospek yang menjanjikan, dengan pertumbuhan yang diperkirakan mencapai 5,2%–7,3% per tahun hingga 2034. Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor kina Indonesia tahun 1995–2024 menggunakan metode MSI, HHI, ISP, RCA, ECI, dan EPD berdasarkan data sekunder dari Observatory of Economic Complexity (OEC) untuk komoditas HS 293920, 293921, dan 293929. Pangsa pasar Indonesia meningkat dari 5,39% menjadi 13,24% dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 6%. Pasar global tergolong cukup terkonsentrasi (rata-rata HHI 1.547) dengan tren meningkat. Indonesia mencatat ISP tertinggi namun menurun sejak 2008 akibat ketergantungan tinggi pada bahan baku impor. Indonesia berada di peringkat ketiga RCA namun ketujuh dalam ECI, mengindikasikan keunggulan komparatif yang kuat namun daya saing kompetitif yang terbatas pada produk bernilai tambah tinggi. Seluruh negara berada pada posisi Retreat dalam EPD akibat pergeseran global pengobatan malaria ke Artemisinin-based Combined Therapy. Indonesia perlu memprioritaskan diversifikasi produk hilir serta diikuti pengembangan hulu untuk memperkuat daya saing di pasar global.
Downloads
Copyright (c) 2026 Teuku Faizul Amar, Devira Putri Rahmalia, Kralawi Sita, Arini Wahyu Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


