Jurnal Sains Teh dan Kina
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj
Jurnal Sains Teh dan Kina, tea, cinchona commodities, agronomy, plant breeding, soil science, crop protection, postharvest technology, social economy, and related sciencesPusat Penelitian Teh dan Kinaen-USJurnal Sains Teh dan Kina2962-2034<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <p>a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> <p>b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</p> <p>c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_new">The Effect of Open Access</a>).</p>Strategi Perbaikan untuk Meminimalkan Kerusakan Teh Hitam Celup di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/view/224
<p><span lang="EN-US">Perumusah strategi merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk mencapai daya saing industri. Proses ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap faktor internal dan eksternal agar strategi yang diterapkan tepat sasaran. Analisis SWOT (<em>Strengths, Weakness, Opportunities, Threats)</em> menjadi dalah satu metode yang dapat digunakan untuk menyusun strategi perbaikan. Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) sebagai produsen Teh Hitam Celup masih menghadapi permasalahan kerusakan produk dalam proses produksinya. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatam, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi PPTK terkait pengendalian kualitas. Hasil analisis menunjukkan beberapa alternatif strategi. Strategi SO dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menangkap peluang pasar. Strategi WO berupa pergantian mesin menjadi otomatis guna mendukung pemenuhan standar mutu dan sertifikasi. Strategi ST dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku dari kebun sendiri sehingga pengawasan kualitas lebih terjamin. Sementara itu, strategi WT berupa perbaikan menajemen internal untuk menghadapi regulasi kualitas dan keamanan pangan yang semakin ketat. Penerapan strategi tersebut memberikan arahan pengembangan bagi PPTK untuk meminimalkan kerusakan produk, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta memperkuat daya saing di pasar teh.</span></p>Najma Aulia FarasgaliErnahGema Wibawa MuktiTuti KaryaniSotya Tresna Anggita
Copyright (c) 2026 Najma Aulia Farasgali, Ernah, Gema Wibawa Mukti, Tuti Karyani, Sotya Tresna Anggita
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-11-032026-11-035211010.22302/pptk.jur.jstk.v5i2.224Pola Kemitraan Usahatani Teh di Lahan Perkebunan dan Kehutanan
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/view/243
<p><em>Tea is a strategic plantation commodity in Indonesia whose management increasingly involves partnership arrangements between farmers and land management institutions to support sustainable land utilization. Differences in land status between plantation and forest areas are assumed to influence the form and mechanisms of partnerships implemented. This study aimed to analyze and compare tea farming partnership patterns across these two land functions. A qualitative descriptive approach with a comparative study design was conducted in the PPTK PT RPN plantation area and the PT Perhutani forest partnership area in Bandung Regency, West Java. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, and analyzed using an interactive qualitative analysis model. The results indicate that partnerships on plantation land have developed into a more structured contract farming system characterized by technical support and greater management flexibility. In contrast, partnerships on forest land have evolved through long-term profit-sharing arrangements regulated by forestry policies, emphasizing ecological sustainability. These findings demonstrate that land status and function play an important role in shaping institutional structures and management orientations in tea farming partnerships.</em></p>Dwi WahyuningsihKralawi Sita
Copyright (c) 2026 Dwi Wahyuningsih, Kralawi Sita
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-11-032026-11-0352112310.22302/pptk.jur.jstk.v5i2.243Laju Dekomposisi Awal Biomassa Seresah Pangkasan Teh Assamica (Camellia sinensis var. Assamica)
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/view/256
<p>Teh merupakan salah satu komoditas ekonomi penting di Indonesia yang dalam pengelolaannya dilakukan pemangkasan yang menghasilkan limbah pangkasan. Limbah pangkasan atau seresah pangkasan teh ini diketahui memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tanah dan tanaman setelah melalui dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga laju dekomposisi limbah pemangkasan teh (daun, ranting, dan cabang) serta menganalisis faktor yang mempengaruhinya agar dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di Pusat Penelitian Teh dan Kina menggunakan media buatan berupa galon berisi tanah untuk mereplikasi kondisi lapangan. Sampel limbah dimasukkan ke dalam <em>litterbag</em> dan diamati setiap minggu selama 28 hari untuk diukur kehilangan berat keringnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju dekomposisi tertinggi terjadi pada bagian cabang (-2,86 g/hari) dan terendah pada daun (-0,76 g/hari). Perubahan fisik pada daun lebih cepat teramati melalui penghancuran struktur menjadi serpihan kecil, sementara ranting dan cabang cenderung masih utuh karena kandungan lignin yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan laju dekomposisi dapat dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan kimia bahan organik, di mana kandungan lignin yang tinggi pada ranting dan cabang menghambat penguraian oleh mikroorganisme dibandingkan dengan daun.</p>Kania Aliya Putri ZahraniGina Nur'aini Buchory
Copyright (c) 2026 Kania Aliya Putri Zahrani, Gina Nur'aini Buchory
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-11-032026-11-0352243310.22302/pptk.jur.jstk.v5i2.256Daya Saing Ekspor Kina Indonesia di Pasar Dunia Tahun 1995-2024
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/view/264
<p>Kina (<em>Cinchona</em> sp.) merupakan komoditas perkebunan strategis dengan potensi pasar global yang besar. Pasar kina memiliki prospek yang menjanjikan, dengan pertumbuhan yang diperkirakan mencapai 5,2%–7,3% per tahun hingga 2034. Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor kina Indonesia tahun 1995–2024 menggunakan metode MSI, HHI, ISP, RCA, ECI, dan EPD berdasarkan data sekunder dari Observatory of Economic Complexity (OEC) untuk komoditas HS 293920, 293921, dan 293929. Pangsa pasar Indonesia meningkat dari 5,39% menjadi 13,24% dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 6%. Pasar global tergolong cukup terkonsentrasi (rata-rata HHI 1.547) dengan tren meningkat. Indonesia mencatat ISP tertinggi namun menurun sejak 2008 akibat ketergantungan tinggi pada bahan baku impor. Indonesia berada di peringkat ketiga RCA namun ketujuh dalam ECI, mengindikasikan keunggulan komparatif yang kuat namun daya saing kompetitif yang terbatas pada produk bernilai tambah tinggi. Seluruh negara berada pada posisi Retreat dalam EPD akibat pergeseran global pengobatan malaria ke Artemisinin-based Combined Therapy. Indonesia perlu memprioritaskan diversifikasi produk hilir serta diikuti pengembangan hulu untuk memperkuat daya saing di pasar global.</p>Teuku Faizul AmarDevira Putri RahmaliaKralawi SitaArini Wahyu Utami
Copyright (c) 2026 Teuku Faizul Amar, Devira Putri Rahmalia, Kralawi Sita, Arini Wahyu Utami
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-11-032026-11-0352344510.22302/pptk.jur.jstk.v5i2.264Karakterisasi dan Uji Toleransi Jamur Rizosfer Tanaman Teh (Camlelia sinensis) terhadap Herbisida Glifosat
https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/view/265
<p>Penyakt jamur akar putih yang disebabkan oleh <em>Rigidoporus microporus</em> menjadi salah satu kendala utama pada budidaya tanaman teh. Pemanfaatan jamur antagonis berpotensi menjadi alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan, namun penggunaan herbisida glifosat diduga memengaruhi aktivitas mikroorganisme tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan antagonis jamur rizosfer tanaman teh serta toleransinya terhadap glifosat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Seluruh isolat hasil eksplorasi diuji antagonismenya terhadap <em>Rigidoporus microporus</em> dengan metode <em>dual culture</em>, kemudian tiga isolat terbaik diuji toleransinya terhadap glifosat pada konsentrasi 0,04%, 0,08%, dan 0,12% dalam 1 liter PDA. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan isolat PTS1-A3 memiliki daya hambat tertinggi sebesar 54,44%, sedangkan isolat PS2-A3 menunjukkan toleransi tertinggi terhadap glifosat dengan persentase penghambatan 41,87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur rizosfer tanaman the berpotensi dikembangkan sebagai agens hayati yang adaptif terhadap penggunaan glifosat di perkebunan teh.</p>Tabina QuishaSumardiFani FauziahAhmad Ghozali ArdiansyahKusuma HandayaniElia Laila Rizqiyah
Copyright (c) 2026 Tabina Quisha, Sumardi, Fani Fauziah, Ahmad Ghozali Ardiansyah, Kusuma Handayani, Elia Laila Rizqiyah
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-11-032026-11-0352465210.22302/pptk.jur.jstk.v5i2.265